Resensi buku

Kamis, 20 Oktober 2011

Contoh format penulisan resensi buku

RESENSI BUKU
Judul : Menulis Karangan Ilmiah : Kajian dan Penuntun dalam Menyusun Karya
Tulis Ilmiah
Penulis : Dr. Suherli, M.Pd.
Penerbit : Arya Duta
Tahun terbit : 2007
Tebal : vi + 126 halaman

Kelompok II
PENDAHULUAN
Kegiatan berkomunikasi dapat dilakukan secara lisan dan tulisan. Berkomunikasi melalui tulisan tidak dibatasi oleh kehadiran pembaca dalam suatu ruangan. Berkomunikasi melalui tulisan akan terjalin interaksi antara penulis dengan pembaca hanya melalui tulisan. Pembaca mencoba memahami maksud penulis melalui tulisan yang tampak secara grafika dalam naskah atau buku. Dari sederet kata dan kalimat tersebut, terdapat makna komunikasi yang dijalin penulis yang dipersembahkan kepada pembaca.
Salah satu media komunikasi tertulis adalah karangan atau karya tulis. Banyak sekali bentuk – bentuk karangan yang dapat dijumpai dalam naskah tertulis, salah satu di antaranya adalah karangan ilmu pengetahuan. Namun, karangan ilmu pengetahuan itu terbagi ke dalam karangan ilmu pengetahuan yang bersifat ilmiah dan karangan nonilmiah.
Suatu karya ilmiah (scientific paper) adalah laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan (Harry Firman).
Karangan ilmiah menyajikan argumen keilmuan berdasarkan fakta. Argument ilmiah itu harus dapat dipercaya dan diterima kebenarannya, sehingga perlu kriteria penyajian yang benar. Penyajian karangan ilmiah harus dilakukan secara logis. Karangan yang ilmiah berarti karangan yang menyajikan argumen dengan menggunakan logika berpikir secara benar. Apabila penyajian karangan ilmiah menggunakan logika yang benar, maka argumen ilmu pengetahuan tersebut akan diterima pula oleh akal atau logika orang yang berpikir ilmiah. Apabila karangan ilmiah menyajikan argument secara objektif, bukan argument yang pribadi, maka akan dipahami pula oleh pembaca sebagai sebuah kebenaran.

ISI BUKU
Buku ini terdiri dari tujuh bab dan dilengkapi dengan topik – topik yang akan dikaji serta ilustrasi berupa tabel – tabel di hampir semua bab. Selain itu, setiap bagian dilengkapi dengan contoh sebagai penunjang penjelasan sebelumnya. Terdapat contoh naskah karangan ilmiah maupun contoh makalah di bagian lampiran yang memudahkan pembaca dalam mendalami topik.
Pada bab satu membahas tentang pentingnya menulis karangan ilmiah dan perkembangan ilmu dalam karangan ilmiah. Kemampuan menulis karangan ilmiah di kalangan pelajar dan mahasiswa sangat dibutuhkan sebagai bentuk kegiatan berkomunikasi melalui tulisan. Kebenaran ilmu pengetahuan diperlukan keselarasan antara argumen dengan dunia luar, keselarasan antarpernyataan logis, keselarasan instrumental atau kebermanfaatan. Selanjutnya dalam bab ini dipaparkan tentang bagaimana pentingnya menulis karya ilmiah bagi perkembangan ilmu pengetahuan serta bagaimana perkembangan ilmu pengetahuan dalam karangan ilmiah.
Pada bab dua dibahas tentang pentingnya penggunaan bahasa Indonesia dalam menuangkan ide dan gagasan ke dalam tulisan ilmiah. Hal – hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam menulis karangan ilmiah. Bagaimana memilih jenis – jenis wacana. Selain itu, dalam bab ini dijelaskan pula bagaimana ciri – ciri kalimat efektif dan cara pemilihan diksi serta penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia dalam kalimat.
Di bab tiga dijelaskan tentang argumen keilmuan dalam karangan ilmiah. Penyajian argumen dalam karangan ilmiah perlu mendapat perhatian dari para penulis terutama aspek bahasa yang sesuai dengan muatan ilmiah yang dibawakan. Selain itu disebutkan ciri bahasa dan keilmuan. Beberapa sikap ilmiah yang merupakan pengejawantahan dari mental ilmiah juga dijelaskan dalam bab ini. Juga jenis –jenis karangan ilmiah satu persatu dijabarkan.
Bab empat dijelaskan panjang lebar mengenai karkteristik karangan ilmiah. Sebelumnya, pada bagian awal dipaparkan bagaimana suatu tulisan disebut sebagai karangan ilmiah, bagaimana mengidentifikasi suatu karangan. Menyajikan fakta, menguraikan masalah, menerapkan teori, membahas, memecahkan, serta menyimpulkan masalah adalah beberapa karakteristik karangan ilmiah. Selanjutnya dalam berbagai bagian dalam bab ini dijelakan cara penyajian tiap – tiap karakteristik karangan ilmiah.
Bab lima memaparkan struktur organisasi karangan ilmiah dan struktur pelengkap karangan. Struktur karangan yang dimaksud adalah bagian – bagian karangan, bentuk karangan, atau organisasi setiap bagian karangan, serta bagian referensi sebagai struktur pelengkap. Selain itu, bagian rujukan dan daftar pustaka merupakan indikator penting bagi pengarang dalam menguasai pokok permasalahan yang dihubungkan dengan teori atau konsep yang dijadikan sebagai rujukan, baik sebagai kutipan atau acuan. Di bagian akhir diselipkan ketentuan penulisan daftar pustaka.
Bab enam membahas mekanika penulisan setiap bagian dalam karangan ilmiah. Dalam menuliskan bagian – bagian karangan ilmiah, seringkali terdapat kegamangan bagi para penulis pemula dalam mengungkapkan argumen pada setiap bagian karangan ilmiah. Abstrak, kata pengantar, daftar isi, pendahuluan, landasan teori, pembahasan, simpulan, serta saran adalah bagian – bagian yang terdapat dalam karangan ilmiah. Teknis penulisan bergantung lagi pada penulis dalam bernalar menyusun karangan ilmiah yang dibuat.
Bab tujuh merupakan bagian terakhir dari isi buku, yaitu teknik pengembangan menulis karangan ilmiah. Penjelasan dari bab satu sampai bab enam diterapkan dalam bab ini. Bagian dari bab ini memberikan contoh pengembangan dari gagasan keilmuan dalam bentuk karangan ilmiah berupa makalah dan kerangka karangan. Bagian lain menginformasikan tentang bagaimana pola dalam penulisan jenjang dalam karangan ilmiah.

KOMENTAR
Buku ini sangat bermanfaat dalam menyiapkan karya tulis ilmiah, khususnya pelajar dan mahasiswa yang sedang melaksanakan studinya. Seringkali para pelajar masih bingung tentang tata cara menulis suatu karya ilmiah yang benar. Membuat suatu karangan ilmiah berskala kecil seperti makalah dapat melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian. Buku yang ditulis oleh Dr. H. Suherli, M.Pd., membahas secara rinci tentang pedoman penulisan karangan ilmiah. Setiap bab mengkaji tentang proses – proses penyusunan karangan ilmiah. Selain itu, buku ini sangat bermanfaat bagi para pengajar khususnya guru atau pengajar bahasa Indonesia dalam mengajarkan cara penyusunan dan pengembangan karangan ilmiah yang benar kepada siswanya. Dengan memperhatikan penjelasan – penjelasan dalam buku ini diharapkan dapat memberi pemahaman – pemahaman lebih lanjut dalam menerapkan proses – proses pengembangan tulisan karangan ilmiah serta mampu membuat karangan ilmiah sesuai dengan kaidah penulisan karangan ilmiah yang telah ditentukan.

DAFTAR PUSTAKA

Firman, Harry. 2000. Menulis Karangan Ilmiah. [On Line]. Tersedia: http://www.fmipa.upi.edu/bi/pdf/menulis_kip.pdf. [13 Maret 2011].

Firman, Harry. 2000. Menulis Karangan Ilmiah. [On Line]. Tersedia: http://www.fmipa.upi.edu/bi/pdf/menulis_kip.pdf. [13 Maret 2011].

Jumat, 22 Juli 2011

Pendidikan Pembebasan

Salam Pendidikan!!

kawan, pernah dengar kata 'Pendidikan Pembebasan'??

apa yang terlintas dibenak kalian mendengar kata tersebut???

Kebetulan saya adalah salah satu mahasiswa pendidikan bahasa Indonesia di salah satu Universitas Negeri di Makassar. selain itu, saya adalah penghuni dua lembaga kemahasiswaan, yang satu bergerak di bidang pendidikan dan yang satunya bergerak dalam hal jurnalistik.

Pendidikan Pembebasan dalam persepsi saya adalah semua orang bebas memperoleh pendidikan, semua orang bebas memperoleh ilmu. bukan hanya orang kaya atau orang berduit saja yang bisa sekolah.

Sekolah pun jangan diartikan sempit. Sekolah menurut saya adalah tempat memperoleh ilmu. Bukan suatu gedung yang berisi beberapa ruangan hampir mirip penjara. ditutupi dinding kokoh (persis kan?). sekolah pendidikan pembebasan adalah sekolah di mana siapa pun dan kapan pun bisa memperoleh ilmu. Tidak ada aturan yang memberatkan, tidak ada pakaian seragam, tidak ada si kaya atau si miskin...

nah, menurut kamu...

Pendidikan Pembebasan itu seperti apa??

Lagi, FBS luluskan 179 Mahasiswa

Aula DG 101-102 FBS UNM mendadak dipenuhi dengan orang – orang berkebaya atau pun berjas. Tampak wajah – wajah sumringah nan cerah memenuhi wajah para tamu yang datang. Tatkala kami menengok ke dalam ruangan, tampaklah spanduk besar yang menjelaskan tentang ramah tamah FBS UNM. Inilah yang menjadi alasan wajah – wajah sumringah tadi. Wajah para orang tua dari mahasiswa yang telah lulus itu pun menunjukkan wajah bangga. Entahlah bangga atau mungkin lega. Bangga karena anaknya lulus dengan nilai memuaskan dan tepat waktu atau lega karena akhirnya anaknya lulus dengan nilai di atas rata – rata.
Pukul 09.00 wita acara ramah tamah dibuka dengan tarian Toraja yang dibawakan oleh Bengkel Sastra (Bestra). Dra. Sutraina P., S.Pd. bertindak sebagai MC membuka acara. Suasana ruangan berubah tatkala Dekan FBS UNM, Dr. Kisman Salija (title kulupai) memberikan sambutannya. Dalam pidatonya, Dekan FBS UNM terpilih ini berpesan agar para lulusan memanfaatkan ilmunya bagi masyarakat yang membutuhkan. Beliau juga mengharapkan kesediaan alumni untuk senantiasa berkomunikasi dengan almamater kampus FBS UNM. “Jaga nama baik almamater kita,” harapnya. Tak lupa beliau memberikan dorongan bagi alumni yang mau melanjutkan studi ke jenjang S2.
Setelah sambutan, Dekan FBS UNM memperkenalkan beberapa petinggi – petinggi Fakultas Bahasa dan Sastra, termasuk juga petinggi setiap jurusan yang ada di Fakultas ungu ini. Sebelum memanggil setiap nama, beliau sempat berkelakar bahwa rata – rata petinggi birokrasi kampus hanya dikenal karena tanda tangannya saja. Kebanyakan mahasiswa tidak mengenal muka dosen – dosen mereka. Berdasarkan pengalaman memilukan tersebut, maka beliau ingin lebih memperkenalkan nama – nama petinggi birokrasi di kampus ungu ini.
Setelah Dekan FBS UNM memperkenalkan satu per satu petinggi birokrasi, MC kemudian membacakan jumlah mahasiswa yang akan diwisuda khusus di Fakultas Bahasa dan Sastra. Jumlah mahasiswa yang akan diwisuda sebanyak 179 mahasiswa.
Khusus Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Program Studi Pendidikan, mahasiswa dengan predikat terbaik dibacakan oleh Ketua Prodi Pendidikan BSI, Drs.H. A. Wardihan, M.Pd., yaitu : 1. Baso Angriadi : 3,70 dengan masa akademik 4 thn 7 bln
2. Marwan Mansyur : 3,70 dgn masa akademik 4 thn 7 bln
3. Hamdali : 3, 62 dengan masa akademik 4 thn 7 bln
Untuk Program Studi Sastra Indonesia dibacakan oleh Ketua Prodi Sastra, Dr. Juanda, M.Hum., peraih IPK tertinggi yaitu: Latifa : 3, 77 dgn indeks prestasi sangat memuaskan.
Semoga para alumni Fakultas Pencetak para pendidik ini bisa melahirkan para pemimpin yang bukan hanya terdidik, tetapi mampu membawa nama baik almamater kampus ungu dan menjadi pemimpin bagi diri sendiri dan orang lain. *nvy, azs.